https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/issue/feed Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan 2026-02-19T04:19:59+00:00 Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Fisheries</strong> merupakan jurnal perikanan dan ilmu kelautan yang diterbitkan oleh Universitas Hang Tuah sebagai terbitan berkala yang menyajikan informasi dan analisis ilmu perikanan dan ilmu kelautan. Kajian ini bersifat ilmiah sebagai hasil pemikiran teoritik maupun penelitian empirik. Redaksi menerima hasil penelitian atau artikel ilmiah dari para intelektual, praktisi dan mahasiswa. Redaksi berhak memperbaiki artikel sejauh tidak mengubah tujuan isinya. Terbitan berkala dua kali dalam satu tahun.</p> https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/99 PENGARUH PENAMBAHAN ASAM AMINO TRIPTOFAN PADA PAKAN BUATAN BUATAN TERHADAP TINGKAT KANIBALISME, SURVIVAL RATE DAN PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) 2025-07-29T16:13:57+00:00 Ilham Hasbi Sofwanudin ilhamhasbisofwanudin@gmail.com Nuhman nuhman@hangtuah.ac.id Ninis Trisyani ninis.trisyani@hangtuah.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai tinggi dengan prospek budidaya yang menjanjikan. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan lobster air tawar muda adalah tingginya tingkat kanibalisme, terutama pada fase pergantian kulit (moulting), yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan asam amino esensial triptofan pada pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan pertumbuhan lobster air tawar muda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis triptofan (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertambahan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan tingkat kanibalisme (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan triptofan 6% menghasilkan luaran terbaik, dengan berat rata-rata 18,47 g dan tingkat kanibalisme terendah 1%. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan 6% berbeda secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya (p &lt; 0,05) dalam mengurangi kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan triptofan 6% pada pakan buatan efektif dalam menekan kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan juvenil Cherax quadricarinatus, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya.</span></span></span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">KATA KUNCI:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Cherax quadricarinatus, triptofan, kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan</span></span></p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/98 ANALISIS KESENJANGAN (GAP ANALYSIS) ANTARA STANDAR DAN IMPLEMENTASI HACCP DI PERUSAHAAN PENGALENGAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) 2025-07-26T04:41:42+00:00 Diva Risma Sari divarismasari@gmail.com Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Titiek Indhira Agustin Titiek.Indhira@hangtuah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada perusahaan pengalengan rajungan, berdasarkan Peraturan BKIPM Nomor 32 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah benchmarking model Standard vs. Actual Performance untuk mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan implementasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan pada deskripsi produk yang belum mencantumkan karakteristik mikrobiologi, kimia, dan fisika, serta batasan bahaya yang tidak dijelaskan secara rinci. Kelompok pengguna belum menyebutkan kelompok rentan, dan tidak terdapat label alergen pada kemasan produk. Diagram alir proses juga tidak sesuai dengan praktik di lapangan akibat kerusakan mesin pengering. Penyebab kesenjangan antara lain kebiasaan tim HACCP menggunakan dokumen lama yang dianggap masih relevan, kurangnya pemahaman teknis, serta dominasi buyer dalam desain kemasan yang menyebabkan minimnya pencantuman informasi wajib seperti label alergen. Solusi yang diusulkan meliputi pembaruan dokumen HACCP, revisi diagram alir, penyesuaian label sesuai standar, serta pelatihan rutin dan audit internal berkala untuk memperkuat penerapan HACCP di perusahaan.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/100 FEEDING MANAGEMENT FOR THE DEVELOPMENT OF CANTANG GROUPER LARVAE (Epinephelus sp.) AT THE BRACKISH WATER AQUACULTURE CENTER (BPBAP) SITUBONDO 2025-07-31T09:37:52+00:00 Tria Amalya tria.amalya-2022@fikkia.unair.ac.id <p>Cantang Grouper (Epinephelus sp.) is a commodity being developed as a superior product for export with a fairly high economic value. The nature of this grouper is faster growing and easily adapts to various environmental conditions. However, there is a problem in Cantang Grouper cultivation, namely a high mortality rate during the transition period between consuming natural feed and artificial feed. Therefore, it is necessary to have feed management to adjust the feed to the needs of the fish so that the fish get the required nutrition. The purpose of this study was to determine the management of feeding on the development of Cantang Grouper larvae at the Brackish Water Aquaculture Center (BPBAP) Situbondo Regency, East Java. The research method was carried out by observing all activities related to feeding management on the development of Cantang Grouper larvae (Epinephelus sp.) then the results obtained were described to illustrate the findings. The results showed that the feed for Cantang Grouper larvae consisted of two types, namely natural feed and artificial feed given Ad libitum. Feeding of Cantang Grouper larvae was done by mixing feed or overlead. Next, the feed dosage was increased according to the age of the larvae, followed by their organ development and metabolism. The calculated Hatching Rate (HR) was 34% and 28%, below standard, while the Survival Rate (SR) was 21.61%, considered low. This was due to high stocking densities and cannibalism.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/96 EVALUASI TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN METODE SAPIH BENIH DI LOKA PERBENIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR (PBIAT) JANTI, KLATEN, JAWA TENGAH 2025-05-29T08:30:25+00:00 Diki Wahyudi Diki Wahyudi diki.wahyudi-2022@fikkia.unair.ac.id Ania Al Izza Ania Al Izza ania.al.izza2024@alumni.unair.ac.id <p>Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas budidaya ikan air tawar yang telah dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Ketersediaan benih ikan nila merah menjadi variabel penting untuk mendukung usaha budidaya ikan nila merah dalam skala massal. Upaya pembenihan ikan nila merah bertujuan untuk menjamin ketersediaan ikan nila merah sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani pada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pembenihan ikan nila merah menggunakan metode sapih benih dan permasalahan yang dialami di Loka PBIAT Janti, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada 26 Juni – 3 Agustus 2024. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Tahapan pembenihan meliputi persiapan kolam, pemberokan/recovery, seleksi induk dan pemijahan. Pemijahan dilakukan pada kolam dengan ukuran 10x25 m dengan lama pemijahan ± 6 bulan dan dilakukan pengambilan larva setiap hari pada H+10 pasca penebaran. Permasalahan yang diperoleh adalah tidak dilakukannya monitoring hama atau parasit pada kolam pemijahan dan aktivitas persiapan kolam yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/111 PENGARUH JENIS MEREK DAGANG ARTEMIA YANG BERBEDA TERHADAP HATCHING RATE DALAM PROSES DEKAPSULASI PADA SALINITAS 30 PPT 2026-02-19T04:19:59+00:00 Rinto Fajar Ramadhan rintofajar1123@gmail.com Hari Subagio hari.subagio@hangtuah.ac.id Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Ninis Trisyani ninis.trisyani@hangtuah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis merek dagang artemia terhadap daya tetas (hatching rate) setelah proses dekapsulasi pada salinitas 30 ppt. Artemia merupakan pakan alami penting dalam tahap larva budidaya ikan dan udang karena nilai nutrisinya yang tinggi (Istiqomah et al., 2024). Metode eksperimen yang digunakan melibatkan empat jenis merek dagang artemia (A, B, C, dan D) dengan lima ulangan dalam Rancangan Acak Lengkap. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p &lt; 0,05). Merek A menunjukkan daya tetas tertinggi (72,1%), sementara C terendah (57,2%). Faktor-faktor yang berperan termasuk spesies artemia, kualitas kista, efektivitas dekapsulasi, serta stabilitas kualitas media seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan pH. Temuan ini dapat menjadi acuan pemilihan artemia untuk hatchery guna meningkatkan efisiensi produksi larva.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan