https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/issue/feed Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan 2026-04-19T14:26:54+00:00 Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Fisheries</strong> merupakan jurnal perikanan dan ilmu kelautan yang diterbitkan oleh Universitas Hang Tuah sebagai terbitan berkala yang menyajikan informasi dan analisis ilmu perikanan dan ilmu kelautan. Kajian ini bersifat ilmiah sebagai hasil pemikiran teoritik maupun penelitian empirik. Redaksi menerima hasil penelitian atau artikel ilmiah dari para intelektual, praktisi dan mahasiswa. Redaksi berhak memperbaiki artikel sejauh tidak mengubah tujuan isinya. Terbitan berkala dua kali dalam satu tahun.</p> https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/99 PENGARUH PENAMBAHAN ASAM AMINO TRIPTOFAN PADA PAKAN BUATAN BUATAN TERHADAP TINGKAT KANIBALISME, SURVIVAL RATE DAN PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) 2025-07-29T16:13:57+00:00 Ilham Hasbi Sofwanudin ilhamhasbisofwanudin@gmail.com Nuhman nuhman@hangtuah.ac.id Ninis Trisyani ninis.trisyani@hangtuah.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai tinggi dengan prospek budidaya yang menjanjikan. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan lobster air tawar muda adalah tingginya tingkat kanibalisme, terutama pada fase pergantian kulit (moulting), yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan asam amino esensial triptofan pada pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan pertumbuhan lobster air tawar muda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis triptofan (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertambahan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan tingkat kanibalisme (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan triptofan 6% menghasilkan luaran terbaik, dengan berat rata-rata 18,47 g dan tingkat kanibalisme terendah 1%. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan 6% berbeda secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya (p &lt; 0,05) dalam mengurangi kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan triptofan 6% pada pakan buatan efektif dalam menekan kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan juvenil Cherax quadricarinatus, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya.</span></span></span></span></p> <p> </p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/98 ANALISIS KESENJANGAN (GAP ANALYSIS) ANTARA STANDAR DAN IMPLEMENTASI HACCP DI PERUSAHAAN PENGALENGAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) 2025-07-26T04:41:42+00:00 Diva Risma Sari divarismasari@gmail.com Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Titiek Indhira Agustin titiek.indhira@hangtuah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem <em>Hazard Analysis and Critical Control Point</em> (HACCP) pada perusahaan pengalengan rajungan, berdasarkan Peraturan BKIPM Nomor 32 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah <em>benchmarking</em> model <em>Standard vs. Actual Performance</em> untuk mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan implementasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan pada deskripsi produk yang belum mencantumkan karakteristik mikrobiologi, kimia, dan fisika, serta batasan bahaya yang tidak dijelaskan secara rinci. Kelompok pengguna belum menyebutkan kelompok rentan, dan tidak terdapat label alergen pada kemasan produk. Diagram alir proses juga tidak sesuai dengan praktik di lapangan akibat kerusakan mesin pengering. Penyebab kesenjangan antara lain kebiasaan tim HACCP menggunakan dokumen lama yang dianggap masih relevan, kurangnya pemahaman teknis, serta dominasi <em>buyer</em> dalam desain kemasan yang menyebabkan minimnya pencantuman informasi wajib seperti label alergen. Solusi yang diusulkan meliputi pembaruan dokumen HACCP, revisi diagram alir, penyesuaian label sesuai standar, serta pelatihan rutin dan audit internal berkala untuk memperkuat penerapan HACCP di perusahaan.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/100 MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus sp.) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO 2025-07-31T09:37:52+00:00 Tria Amalya tria.amalya-2022@fikkia.unair.ac.id <p>kan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) merupakan komoditas yang sedang dikembangkan sebagai hasil <br />unggulan untuk diekspor dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Sifat ikan kerapu ini lebih cepat tumbuh dan<br />mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Akan tetapi, terdapat masalah dalam budidaya ikan<br />Kerapu Cantang, yaitu tingkat kematian yang tinggi selama masa peralihan antara mengkonsumsi pakan alami<br />dan pakan buatan. Maka dari itu, perlu adanya manajemen pakan untuk menyesuaikan pakan dengan kebutuhan<br />ikan sehingga ikan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui<br />manajemen pemberian pakan terhadap perkembangan larva ikan Kerapu Cantang di Balai Perikanan Budidaya<br />Air Payau (BPBAP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan<br />observasi mengenai semua aktivitas yang berkaitan dengan manajemen pemeberian pakan terhadap<br />perkembangan larva ikan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) kemudian hasil yang didapatkan dideskripsikan untuk<br />menggambarkan hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dari larva Ikan Kerapu Cantang terdiri<br />dari dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan yang diberikan secara Ad libitum. Pemberian pakan pada larva<br />ikan Kerapu Cantang dilakukan dengan pencampuran pakan atau overlead. Selanjutnya, penambahan dosis<br />pemberian pakan sesuai dengan umur larva yang diikuti oleh perkembangan organ dan metabolismenya. Hasil<br />perhitungan Hatching Rate (HR) sebesar 34% dan 28% atau di bawah standar sedangkan Survival Rate (SR)<br />sebesar 21,61% atau tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena padat tebar yang tinggi dan adanya<br />kanibalisme.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/96 EVALUASI TEKNIK PEMBENIHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN METODE SAPIH BENIH DI LOKA PERBENIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR (PBIAT) JANTI, KLATEN, JAWA TENGAH 2025-05-29T08:30:25+00:00 Diki Wahyudi Diki Wahyudi diki.wahyudi-2022@fikkia.unair.ac.id Ania Al Izza Ania Al Izza ania.al.izza2024@alumni.unair.ac.id <p>Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas budidaya ikan air tawar yang telah <br />dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.<br />Ketersediaan benih ikan nila merah menjadi variabel penting untuk mendukung usaha budidaya ikan nila merah<br />dalam skala massal. Upaya pembenihan ikan nila merah bertujuan untuk menjamin ketersediaan ikan nila merah<br />sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani pada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik<br />pembenihan ikan nila merah menggunakan metode sapih benih dan permasalahan yang dialami di Loka PBIAT<br />Janti, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada 26 Juni – 3 Agustus 2024. Metode pengambilan data<br />dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Tahapan pembenihan meliputi persiapan kolam,<br />pemberokan/recovery, seleksi induk dan pemijahan. Pemijahan dilakukan pada kolam dengan ukuran 10x25 m<br />dengan lama pemijahan ± 6 bulan dan dilakukan pengambilan larva setiap hari pada H+10 pasca penebaran.<br />Permasalahan yang diperoleh adalah tidak dilakukannya monitoring hama atau parasit pada kolam pemijahan dan<br />aktivitas persiapan kolam yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya. </p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan https://fisheries.hangtuah.ac.id/index.php/Fisheries/article/view/113 PENGARUH JENIS MEREK DAGANG ARTEMIA YANG BERBEDA TERHADAP HATCHING RATE DALAM PROSES DEKAPSULASI PADA SALINITAS 30 PPT 2026-04-19T14:26:54+00:00 Rinto Fajar Ramadhan intofajar1123@gmail.com Hari Subagio hari.subagio@hangtuah.ac.id Nurul Rosana nurul.rosana@hangtuah.ac.id Ninis Trisyani ninis.trisyani@hangtuah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis merek dagang artemia terhadap daya tetas (hatching<br>rate) setelah proses dekapsulasi pada salinitas 30 ppt. Artemia merupakan pakan alami penting dalam tahap larva<br>budidaya ikan dan udang karena nilai nutrisinya yang tinggi (Istiqomah et al., 2024). Metode eksperimen yang<br>digunakan melibatkan empat jenis merek dagang artemia (A, B, C, dan D) dengan lima ulangan dalam Rancangan<br>Acak Lengkap. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p &lt; 0,05). Merek A<br>menunjukkan daya tetas tertinggi (72,1%), sementara C terendah (57,2%). Faktor-faktor yang berperan termasuk<br>spesies artemia, kualitas kista, efektivitas dekapsulasi, serta stabilitas kualitas media seperti suhu, salinitas,<br>oksigen terlarut, dan pH. Temuan ini dapat menjadi acuan pemilihan artemia untuk hatchery guna meningkatkan<br>efisiensi produksi larva.</p> 2025-10-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan